Kriya: Ide Bisnis dari Salah Satu 16 Subsektor Ekonomi Kreatif

Kriya: Ide Bisnis dari Salah Satu 16 Subsektor Ekonomi Kreatif

Pengembangan bisnis dari 16 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia masih terbuka luas dengan besarnya pangsa pasar. Ekonomi kreatif akan semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi di zaman modern ini.

Penerapan ekonomi kreatif banyak sekali, mulai dari sektor pangan, kerajinan, pakaian, industri, dll. Peran serta pemuda-pemudi Indonesia dengan ide-ide kreatifnya juga diperlukan agar ekonomi kreatif semakin berkembang.

Subsektor Ekonomi Kreatif

Yang termasuk 16 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia menurut Badan Ekonomi Kreatif adalah:

  1. Pengembang Permainan
  2. Arsitektur
  3. Desain Interior
  4. Musik
  5. Seni Rupa
  6. Desain Produk
  7. Fashion
  8. Kuliner
  9. Film, Animasi, dan Video
  10. Fotografi
  11. Desain Komunikasi Visual
  12. Televisi dan Radio
  13. Kriya
  14. Periklanan
  15. Seni Pertunjukan
  16. Penerbitan

Peluang Usaha Subsektor Kriya

Kriya merupakan segala kerajinan yang menggunakan bahan kayu, kaca, keramik, logam, dan tekstil. Kriya bisa menjadi barang yang sangat unik dan cantik dengan ide keratif pembuatnya. Bahan baku kriya tersedia banyak di Indonesia, sehingga peluang bisnis subsektor ekonomi kreatif kriya ini masih terbuka lebar.

Produk kriya bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan dengan harga bahan baku yang rendah dan tersedia banyak di Indonesia. Kamu bisa memanfaatkan peluang usaha ini dengan membuat kriya yang menarik dan unik.

Untuk bisa sukses berbisnis kriya, kamu sebaiknya memperhatikan hal-hal dibawah ini:

1. Perhatikan Potensi Daerah

Potensi daerah di Indonesia berbeda-beda tergantung pada kondisi alam yang ada. Kamu bisa menggali potensi daerah tempat tinggal kamu dan mengamati bahan baku apa yang banyak tersedia. Dengan begitu, kamu bisa memanfaatkan bahan baku yang ada tanpa perlu pergi jauh.

2. Gali Ide Kreatif

Galilah ide kreatif pembuatan kriya dari bahan baku yang tersedia banyak di tempat kamu. Kamu bisa membaca beberapa referensi sebelum menetapkan pembuatan produk.

Produk kreatif juga perlu diiringi dengan fungsi benda, sehingga kamu perlu perencanaan yang matang. Dalam hal menggali ide, kamu pun bisa memikirkan target pasar untuk penjualan produk kamu.

3. Buat Merek Sendiri

Ciptakan merek kamu sendiri dengan nama yang bagus, unik, dan mudah diingat. Logo merek harus dibuat semenarik mungkin dan memberikan kesan profesional, agar pembeli tertarik dengan produk kriya kamu.

4. Memperhatikan Target Pasar

Pasar dalam negeri dan luar negeri akan sangat berbeda. Mereka memiliki permintaan yang berbeda dengan spesifikasi yang berbeda pula. Kamu harus menelaah target pasar terlebih dahulu untuk memastikan arah pembuatan produk.

Untuk target pasar luar negeri, keunikan dan kualitas yang bagus menjadi kunci utama agar produk kriya kamu bisa tembus ekspor.

5. Serap Tenaga Kerja Domestik

Manfaatkan tenaga kerja di sekitar kamu untuk pembuatan kriya agar menekan biaya produksi. Selain itu, dengan mengambil pekerja domestik, kamu juga memberikan lapangan pekerjaan buat mereka. Diharapkan ini dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

6. Strategi Marketing

Jika perlu, kamu bisa mempekerjakan tim marketing yang handal yang khusus menangani pemasaran produk yang dibuat. Kamu bisa memanfaatkan media sosial, website, dan berbagai platform online lain untuk menawarkan barang kamu.

Tim marketing yang profesional juga menjadi penentu keberhasilan penjualan, sehingga jangan ragu untuk berinvestasi dalam marketing agar lebih sukses di usaha kriya.

7. Kelola Keuangan dengan Baik

Keuangan harus kamu kelola dengan baik dengan pencatatan yang rapi untuk keluar masuknya uang. Pengeluaran bulanan seperti pembelian bahan dan penggajian karyawan harus selalu dicatat.

Begitu pula pemasukan dari produk kriya yang terjual harus dicatat dengan rapi. Dengan keuangan yang sehat, kamu bisa melakukan analisis bisnis dan merencanakan pengembangan selanjutnya.

8. Jaga Kualitas

Jika produk kamu sudah dikenal luas dan pesanan barang sudah banyak, kamu harus selalu memperhatikan kualitas barang. Selalu cek barang sebelum dikirim ke pelanggan untuk memastikan kelayakan dan kualitas barang terjaga.

Dengan selalu menjaga kualitas barang, pelanggan akan mendapatkan kepercayaan dan bisa memesan lagi di tempat kriya kamu.

Dengan kerja keras dan kreativitas tanpa batas, usaha kriya bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Bagi kamu yang memiliki skill di bidang lain, masih banyak di antara 16 subsektor ekonomi kreatif yang bisa kamu coba untuk ditekuni.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *