Serba-Serbi Pengembangan Wisata Labuan Bajo. Wajib Kamu Tahu!

Serba-Serbi Pengembangan Wisata Labuan Bajo. Wajib Kamu Tahu!

Salah satu destinasi liburan di Indonesia yang wajib kamu kunjungi adalah wisata Labuan Bajo di Nusa Tenggara Barat. Tempat ini memang terkenal di mata turis lokal sampai wisatawan mancanegara. Tahukah kamu kalau potensi Labuan Bajo sedang dikembangkan secara optimal oleh pemerintah?

Serba-Serbi Pengembangan Wisata Labuan Bajo

Labuan Bajo punya kekayaan alam yang indah dan dikenal eksotis. Sepanjang berada di tempat ini, kamu bakal dimanjakan dengan laut, pantai, bukit, sampai padang rumput. Dengan kekayaan tersebut, potensinya sedang dikembangkan untuk meningkatkan sektor pariwisata, terutama di masa pandemi.

  • Masuk ke daftar Destinasi Super Prioritas

Beberapa waktu terakhir, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengusung Destinasi Super Prioritas yang terdiri dari lima lokasi wisata di Indonesia. Menarik banget, Labuan Bajo jadi salah satunya, lho.

Labuan Bajo berhasil berdampingan dengan Candi Borobudur, Danau Toba, Mandalika, dan Likupang. Menparekraf sendiri sudah berkunjung ke Desa Pasir Panjang, salah satu wilayah yang ada di Labuan Bajo. Desa tersebut ternyata sudah memproduksi ukiran komodo dan hasil ikan yang penuh potensi.

Di samping itu, anak-anak muda daerah setempat aktif mengusung komunitas dan melakukan kolaborasi terhadap tarian kekinian sebagai budaya lokal. Contohnya adalah Animal Pop Komodo, bagian dari program AKSILARASI yang diadakan supaya bisa mengangkat kearifan lokal.

Sebagai Destinasi Super Prioritas, Labuan Bajo harus hadir untuk memberdayakan masyarakat. Desa wisata yang jadi bagian dari destinasi tersebut bisa membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan roda ekonomi wilayah setempat.

Dalam mendukung program ini, Labuan Bajo juga bekerjasama dengan stakeholder untuk mewujudkan tujuan yang mau dicapai. Beberapa yang sedang berjalan adalah hubungan dengan Pemda, pengadaan perpustakaan, sampai pembangunan infrastruktur ke Gua Kalong.

Nggak hanya itu, ternyata Labuan Bajo juga berpotensi untuk memperoleh kesempatan pembangunan politeknik pariwisata yang dikelola pihak Kemenparekraf.

  • Mengusung pembangunan Creative Hub

Creative Hub adalah infrastruktur penunjang yang akan kamu temui saat berkunjung ke Labuan Bajo. Lokasi ini diharapkan bisa menjadi pusat berkegiatan bagi para pelaku industri kreatif. Selama proyek berlangsung, pihak Kemenparekraf juga mempertahankan kerja sama dengan berbagai pihak.

Dua pihak penting yang dimaksud adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemerintah daerah setempat. Tujuan dari adanya Creative Hub adalah pencapaian untuk menonjolkan produk kreatif, calendar of events, serta sumber daya manusia.

Selain itu, Creative Hub adalah salah satu dari sekian proyek Destinasi Super Prioritas yang dijunjung oleh Kemenparekraf dengan usaha meningkatkan nilai Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI). Tentunya diutamakan bagi daerah BOPLBF.

Harus kamu tahu kalau kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo juga termasuk tinggi. Di 2019 saja, ada 160.237 kunjungan yang diterima di sana.

  • Diproyeksikan sebagai destinasi budaya dan wisata alam

Labuan Bajo punya berbagai objek wisata yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Beberapa diantaranya adalah Pantai Pink, Pulau Komodo, Manta Point, hingga pulau-pulau kecil. Kondisi ini yang bisa membawa Labuan Bajo sebagai destinasi yang favorit.

Namun, Keuskupan Ruteng juga mengusulkan kepada bapak Menteri untuk mengembangkan wisata dalam aspek budaya, alam, serta religi. Beberapa situs bakal diusung sebagai jelajah alam, khususnya wisata edukasi. Bahkan, Labuan Bajo ditargetkan menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Pihak Kemenparekraf juga mengajak masyarakat Labuan Bajo dalam mengembangkan serta menyiapkan macam-macam potensi wisata yang ada di sana.

Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif juga didorong untuk mematuhi protokol 4K, yaitu Kesehatan, Kebersihan, Kelestarian, serta Keamanan. Istilah itu juga dapat kamu kenal dengan Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE).

Labuan Bajo bisa menjadi destinasi yang cepat pulih kalau bisa fokus dengan penanganan kesehatan, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Keempat hotel di Labuan Bajo juga menerima sertifikat CHSE.

Mereka adalah Ayana Komodo Resort, The Jayakarta Suites Komodo, Inaya Bay Komodo Hotel, serta Plataran Komodo Resort and Spa. Sedangkan, lokasi lainnya masih menyusul sampai 70% wilayah bisa mendapatkan sertifikasi CHSE.

Wisata Labuan Bajo punya potensi dan sumber daya yang luar biasa. Di tengah pandemi ini, Labuan Bajo memang mendapatkan pengembangan maksimal supaya ekonomi kreatif dan pariwisata setempat bisa terus kuat serta melayani wisatawan secara maksimal. Jangan lupa berkunjung, ya!

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *