Tujuan Pendidikan Taksonomi Bloom

Tujuan Pendidikan Taksonomi Bloom

Saat ini pendidikan di Negara kita Indonesia bisa dikatakan salah satu penganut dominan dari taksonomi Bloom. Tidak hanya dalam poses pembelajaran saja melainkan dalam level yang lebih tinggi yakni dalam proses pembuatan rencana pembelajaran,tujuan pembelajaran sampai dengan penyususnan silabus, kurikulum Nasional dan sekolah, hampir berpatokan pada tingkatan Taksonomi Bloom.

Dunia pendidikan kita sudah merasa nyaman dan sependapat sekali dengan apa yang di rumuskan Bloom pada teorinya dan ini memang juga sejalan dengan tujuan akhir pendidikan yang masuk sampai dengan ranah aplikasi dari sebuah ilmu.

Benjamin S. Bloom sendiri menyederhanakan tujuan dari sebuah pendidikan formal menjadi tiga tahapan utama yakni kognitif, kemudian afektif sampai dengan psikomotor.

3 tingkatan ini sendiri nanti mengalami banyak pengembangan yang sangat dibutuhkan sekali oleh dunia pendidikan di mana saja termasuk di Indonesia.

Coba kita bahas singkat 3 ranah level yang di gunakan oleh Benjamin S.Bloom ini sebagai salah satu benang merah nantinya dalam mengetahui tujuan utama dari teori taksonomi bloom ini.

  1. Aspek Kognitif

Pada level yang paling awal ini ketika di aplikasikan dalam proses belajar maka ada beberapa kriteria ketika sudah menyelesaikan diantaranya penyampaian pengetahuan dasar (teori/materi), kemudian penjeleasan mengenai sebuah konsep sampai dengan kemampuan menghafal dan beripikir.

  1. Aspek Afektif

Afektif atau afeksi sama saja, dalam level ini lebih menekankan pada kemampuan jiwa, emosi yang akan ditunjukan pada sebuah tindakan atau sikap dan pemberian apresiasi, sampai dengan kemampuan berdapatsi.

Singkatnya tahap ini adalah perubahak sikap yang terjadi setelah selesai pada tahap kognitif.

  1. Psikomotor

Kemudian yang ketiga adalah sudah sampai pada kemampuan atau pengaplikasian. Sederhananya dalam sebuah materi belajar yang membahas tentang “ kerusakan mesin mobil” maka kalau sudah sampai tahap psikomotor ini siswa harus bisa melakukan service mobil minimal memperbaikin AC yang rusak sesuai dengan materi pada tahap awal.

Singkatnya para pendidik saat ini dalam melakukan evaluasi di kelas dan memberikan penilaian menggunakan standar Bloom, kemudian nanti akan lebih di rinci dengan indikasi yang sudah ada yakni menggunakan KKO atau kata kerja oprasional Bloom.

KKO ini nantinya dijadikan sebagai bahan dan acuan dalam pembuatan RPP, Silabus dll.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *